Abstract
Gangguan muskuloskeletal pada ekstremitas bawah, khususnya knee stiffness akibat dislokasi patela disertai cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL), dapat menyebabkan nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi, serta penurunan kemampuan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penatalaksanaan fisioterapi menggunakan modalitas Infrared (IR) dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) terhadap penurunan nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, dan peningkatan kekuatan otot pada pasien Knee Stiffness Post Patella Dislokasi disertai cedera ACL. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien di Instalasi Fisioterapi Rumah Sakit TK. II dr. Soedjono Magelang. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan fisioterapi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), goniometer, dan Manual Muscle Testing (MMT). Intervensi diberikan berupa IR selama 15–20 menit dan TENS selama 15–20 menit dalam enam kali sesi terapi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyeri tekan dari skor 5 menjadi 4 dan nyeri gerak dari skor 6 menjadi 4. Lingkup gerak fleksi lutut meningkat dari 100° menjadi 130°, sedangkan kekuatan otot hamstring dan quadriceps meningkat dari nilai MMT 3 menjadi 4. Pemberian kombinasi IR, TENS, dan latihan fisioterapi memberikan perubahan positif terhadap kondisi pasien dengan meningkatkan fungsi gerak dan kemampuan aktivitas fungsional lutut.