Abstract
Fraktur ulna pasca operasi dapat menyebabkan gangguan fungsi ekstremitas atas berupa nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot, dan hambatan aktivitas fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi menggunakan modalitas Ultrasound (US) dan terapi latihan pada kasus fraktur ulna pasca operasi stadium kronis di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada satu responden laki-laki berusia 23 tahun dengan diagnosis fraktur ulna pasca operasi stadium kronis. Intervensi fisioterapi diberikan berupa kombinasi Ultrasound dan terapi latihan selama enam kali terapi. Evaluasi dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS), goniometer, Manual Muscle Testing (MMT), dan Mayo Elbow Performance Score Indonesia (MEPS-INA). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan nyeri, yaitu nyeri tekan dari skor 4 menjadi 2 dan nyeri gerak dari skor 6 menjadi 3. Lingkup gerak sendi juga mengalami peningkatan pada fleksi siku dari 110° menjadi 130°, pronasi dari 55° menjadi 80°, dan supinasi dari 45° menjadi 70°. Kekuatan otot serta kemampuan fungsional pasien mengalami peningkatan, dengan skor MEPS-INA meningkat dari 55% menjadi 80%. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi Ultrasound dan terapi latihan memberikan perbaikan klinis pada pasien fraktur ulna pasca operasi stadium kronis, meskipun penelitian dengan jumlah sampel lebih besar masih diperlukan untuk mengetahui efektivitas secara lebih luas.