Abstract
Pekerjaan penggerindaan merupakan salah satu aktivitas kerja yang memiliki berbagai potensi bahaya, seperti percikan material, serpihan logam, debu, kebisingan, serta kontak dengan bagian mesin yang bergerak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan kerja apabila tidak disertai dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja gerinda di Departemen Steel Proyek Split Hopper PT X Kota Batam Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 102 pekerja gerinda dan seluruh populasi dijadikan responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara masa kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dengan nilai p-value 0,018, sikap kerja dengan nilai p-value 0,032, pengetahuan K3 dengan nilai p-value 0,000, serta kepatuhan penggunaan APD dengan nilai p-value 0,000. Seluruh nilai p-value lebih kecil dari 0,05. Disimpulkan bahwa masa kerja, sikap kerja, pengetahuan K3, dan kepatuhan penggunaan APD berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja gerinda. Perusahaan diharapkan meningkatkan pelatihan K3, safety briefing, pengawasan pekerja, dan kepatuhan penggunaan APD untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.