Abstract
Dismenorea merupakan keluhan menstruasi yang banyak dialami perempuan usia reproduktif dan dapat mengganggu aktivitas akademik, fisik, serta kualitas hidup. Aktivitas fisik banyak dikaji sebagai faktor gaya hidup yang berhubungan dengan dismenorea, meskipun hasil penelitian terdahulu belum sepenuhnya konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa angkatan 2023–2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 302 mahasiswi melalui total sampling. Data dikumpulkan pada Juli 2026 menggunakan kuesioner daring melalui Google Form. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), sedangkan kejadian dismenorea diukur menggunakan kuesioner dismenorea. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan IBM SPSS Statistics 32. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 264 responden (87,4%) mengalami dismenorea dan 38 responden (12,6%) tidak mengalami dismenorea. Tingkat aktivitas fisik terdiri atas kategori ringan sebanyak 183 orang (60,6%), sedang 68 orang (22,5%), dan berat 51 orang (16,9%). Proporsi dismenorea mencapai 98,4% pada kelompok aktivitas ringan, 88,2% pada kelompok aktivitas sedang, dan 47,1% pada kelompok aktivitas berat. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan kejadian dismenorea (p < 0,001). Tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi berasosiasi dengan proporsi kejadian dismenorea yang lebih rendah. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan edukasi promotif mengenai aktivitas fisik dan kesehatan menstruasi pada mahasiswi.