Abstract
Kekerasan berbasis gender (KBG) merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang masih menjadi persoalan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis korban, tetapi juga mempengaruhi partisipasi sosial, ekonomi, dan politik perempuan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai kekerasan berbasis gender di Indonesia serta mengidentifikasi berbagai strategi pencegahan yang telah diusulkan dalam literatur ilmiah. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif terhadap berbagai publikasi ilmiah yang diterbitkan pada periode 2013–2024, meliputi jurnal akademik, laporan penelitian, serta publikasi lembaga nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa KBG tidak hanya terjadi di ruang domestik, tetapi juga berkembang di ruang publik dan digital. Faktor penyebab utama meliputi budaya patriarki, ketimpangan relasi kuasa, stereotip gender, serta lemahnya sistem perlindungan hukum bagi korban. Perkembangan teknologi digital turut memunculkan bentuk kekerasan baru seperti kekerasan berbasis gender online. Upaya pencegahan yang diidentifikasi meliputi penguatan regulasi, pendidikan kesetaraan gender, peningkatan layanan pendampingan korban, serta penguatan literasi digital masyarakat. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner yang melibatkan sektor hukum, pendidikan, kesehatan, teknologi, dan komunitas dalam upaya pencegahan KBG di Indonesia.