Abstract
Permasalahan sampah yang belum terkelola secara optimal dan kebiasaan pembuangan sampah sembarangan (open dumping) menjadi tantangan lingkungan utama di Desa Kadudamas. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menanggulangi krisis ekologi lokal tersebut melalui inisiasi pembentukan Bank Sampah berbasis ekoteologi sebagai strategi pemberdayaan masyarakat, dengan fokus sasaran di Kampung Cilayang Pasar dan Cilayang Lebak. Metode pelaksanaan yang diaplikasikan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan warga secara kolaboratif sebagai subjek aktif penggerak perubahan. Data dikumpulkan secara primer melalui observasi partisipatif, wawancara, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai ekoteologi yakni memadukan kesadaran spiritual agama dan teologi lingkungan dengan praktik pelestarian alam terbukti sangat efektif dalam merekonstruksi paradigma warga. Melalui program ini, masyarakat berhasil membentuk kepengurusan bank sampah secara mandiri yang dioperasionalkan menggunakan sistem iuran swadaya sebesar Rp5.000 per minggu untuk tata kelola kebersihan dan insinerasi (pembakaran) sampah residu secara terkendali. Kesimpulannya, pendekatan ekoteologis ini tidak hanya mampu menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan secara aplikatif, tetapi juga sukses memberdayakan masyarakat melalui kemandirian kolektif dan sirkulasi ekonomi.