Abstract
Penelitian ini berfokus pada implementasi model-based reasoning dalam sistem pakar untuk mendiagnosa kerusakan kendaraan bermotor. Dalam studi kasus ini, digunakan 19 gejala untuk mengidentifikasi 16 jenis kerusakan kendaraan bermotor. Model-based reasoning dipilih karena kemampuannya dalam memanfaatkan model sistem untuk memprediksi dan mendiagnosa kondisi kendaraan secara lebih akurat berdasarkan gejala yang diamati. Implementasi metode ini bertujuan untuk menguji efektivitas model-based reasoning dalam memberikan diagnosa yang tepat, meskipun tanpa mengembangkan sistem secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat diandalkan dalam mendukung proses diagnosa teknisi, memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi identifikasi kerusakan kendaraan bermotor.