Abstract
Aktivitas pertukaran data yang semakin padat sehingga menyebabkan overhead yang sulit dikendalikan, memberikan dampak negatif terhadap efisiensi dan kinerja keseluruhan jaringan dan meningkatkan resiko downtime. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja routing dinamis menggunakan Open Shoretst Path First (OSPF) dan penggunaan OSPF-MPLS (Multi Protocol Label Switching). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Perancangan yang dilakukan pada penelitian ini berhasil dilakukan, baik Open Shoretst Path First (OSPF) maupun OSPF-MPLS (Multi Protocol Label Switching) mampu mengelola lalu lintas jaringan secara efektif. Pengujian Open Shoretst Path First (OSPF) dilakukan dengan parameter Quality of services (QOS), menunjukkan performa yang sangat bagus dengan delay rata-rata 0.005 ms, packet loss 0%, jitter 0.0911 ms dan throughput 1651 kbps kategori bagus, menandakan bahwa metode Open Shoretst Path First (OSPF) berjalan dengan baik. Sedangkan OSPF-MPLS (Multi Protocol Label Switching) menunjukkan juga hasil yang sangat bagus dengan delay rata-rata 0.005 ms, packet loss 0%, jitter 0.852 ms, dan throughput 1721 kbps katgeori bagus, menunjukkan bahwa paket data dikirim dengan lebih konsisten dan stabil. Berdasarkan hal tersebut diketahui bahwa semua metode keduanya baik digunakan. Namun, OSPF-MPLS (Multi Protocol Label Switching) lebih optimal dibandingkan dengan Open Shoretst Path First (OSPF) yang dapat dilihat pada salah-satu hasil pengujian parameter yang digunakan seperti nilai throughput dan jitter, dengan menggabungkan Open Shoretst Path First (OSPF) dan Multi Protocol Label Switching (MPLS) jaringan dapat dioptimalkan dengan lebih baik dalam hal skalabilitas, traffic engineering, mengoptimalkan performa, dan menangani permasalahan yang umumnya muncul pada lalu lintas Jaringan.
Open public full textRights: ALLOWED · cc-by-sa · Source: journal-auto-sync:CROSSREF_ISSN