Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi dengan hasil pengamatan langsung bahwa belum diketahui bakat di Sekolah Menegah Pertama Negeri 2 Nganjuk bahwa sebagian siswa kurang mendapatkan perhatian dari sekolah khususnya olahraga atletik nomor tolak peluru, sehingga untuk mendapatkan bibit atlet sangat sulit di tingkat sekolah. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui bakat di sekolah Menegah Pertama Negeri 2 Nganjuk tahun 2024. Dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) Indonesia, istilah yang sebelumnya digunakan untuk "olahraga masyarakat" diubah menjadi "olahraga rekreasi". Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Subjek pada penelitian ini adalah sekolah Menegah Pertama Negeri 2 Nganjuk dengan sampel 36 orang yang diambil Sebagian penelitian populasi, Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa tes bakat berupa metode Sport Search. Kesimpulan dari hari penelitian identifikasi bakat dari modifikasi 6 item tes bakat menunjukkan bahwa 36 siswa yang mengikuti tes yang memiliki bakat dalam cabang olahraga tolak peluru pada usia 13 sampai 14 tahun terdapat 0 (0%) peserta yang masuk kriteria sangat potensial, 0 (0%) peserta yang masuk kriteria potensial, 6 peserta (17%) yang tergolong cukup potensial, 13 peserta (36%) yang tergolong kurang potensial, 17 peserta (47%) yang tergolong tidak potensial.
Open public full textRights: ALLOWED · cc-by-sa · Source: journal-auto-sync:CROSSREF_ISSN