Abstract
Penelitian ini berangkat dari kondisi partisipasi masyarakat dalam kegiatan Karang Taruna di RT.006/RW.008 Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur, yang masih belum merata pada setiap kegiatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penyusunan pesan yang dapat disesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan situasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis model penyusunan pesan yang diterapkan Karang Taruna dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dengan menggunakan teori Two-Way Symmetrical Communication yang dikembangkan oleh James E. Grunig. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyusunan pesan dilakukan dengan menentukan tujuan kegiatan, menyesuaikan isi dan penggunaan bahasa dengan kondisi masyarakat, menentukan media komunikasi yang sesuai, serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan tanggapan. Ditinjau dari teori Grunig, proses tersebut mencerminkan adanya kesetaraan dan keseimbangan dalam komunikasi, keterbukaan dalam dialog, pertukaran informasi secara timbal balik, upaya membangun mutual understanding, serta penyesuaian pesan berdasarkan kondisi masyarakat. Meskipun demikian, penerapan penyesuaian perilaku belum sepenuhnya optimal karena tingkat keterlibatan masyarakat masih dipengaruhi oleh faktor pekerjaan, kesibukan, dan waktu pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, model penyusunan pesan yang terbuka, komunikatif, dan adaptif dapat menjadi salah satu upaya dalam mendukung peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Karang Taruna.